Minggu, 29 Mei 2011 | By: Hasan

6.Manusia dan Penderitaan


A. PENGERTIAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra (menahan atau menanggung). Derita (menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.

B. SIKSAAN

Siksaan diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut ini dibesar – besarkan, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :

1. Claustrophobia dan Agoraphobia

Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.

2. Gamang, merupakan ketakutan bila berada di tempat tinggi.

3. Kegelapan, merupakan suatu ketakutan seseorang bila berada di tempat yang gelap.

4. Kesakitan, merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.

5. Kegagalan, merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

Apa Yang Membuat Seseorang Menjadi Phobia ?

Kebanyakan phobia dimulai dengan suatu shock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu. Tanpa pengobatan anak-anak yang menderita phobia sekolah dapat berkembang menjaadi agoraphobia yang parah bila mereka sudah biasa. Kesukarannya adalah, bahwa orang tua sulit membedakan antara kemalasan yang kadang-kadang timbul dan phobia yang sebenamya.

C. KEKALUTAN MENTAL

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, antara lain :

1. Kepribadian yang lemah.

2. Terjadinya konflik sosial budaya.

3. Cara pematangan batin.

Proses – proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah :

a. Positif : trauma yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.

b. Negatif : trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, hingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :

1. Agresi, berupa kemarahan yang meluap – luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.

2. Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak – kanakan.

3. Fiksasi, peletakkan atau pembatasan pada satu pola yang sama.

4. Proyeksi, usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap – sikap sendiri yang negatif pada orang lain.

5. Identifikasi, menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.

6. Narsisme, self love yang berlebihan, hingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.

7. Autisme, gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain.

D. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita.

E. PENDERITAAN, MEDIA MASSA, DAN SENIMAN

Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tidak kalah pentingnya, seniman berkomunikasi melalui karya seni, sehingga para pembaca, penonton dapay menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

F. PENDERITAAN DAN SEBAB – SEBABNYA

1. Penderitaan karena perbuatan buruk manusia.

2. Penderitaan karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.

G. PENGARUH PENDERITAAN

Sikap yang timbul karena mengalami penderitaan bisa berupa sikap positif ataupun negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah.

Minggu, 22 Mei 2011 | By: Hasan

5.Manusia Dan Keindahan


A. KEINDAHAN

Keindahan berasal dari kata indah (bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb). Keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

a. Apakah Keindahan Itu ?

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.

b. Nilai Estetik

Nilai adalah suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal, yakni yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

c. Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.

d. Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan ?

Keindahan itu pada dasarnya bersifat alamiah. Keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang.

B. RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung ( diam – diam memikirkan sesuatu). Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :

a. Teori Pengungkapan

Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam din sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, wama, suar dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

b. Teori Metafisik

Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peninian (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cenninan semu dan mirip realita ilahi itu.

c. Teori Psikologis

Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

C. KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi (cocok, kena benar, dan sesuai benar).

a. Teori Obyektif dan Teori Subyektif

Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri – cirri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori Subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.

b. Teori Perimbangan

Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dipahami dalam arti terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka – angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda – benda yang disusun. Hubungan dari bagian – bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka – angka.

Minggu, 01 Mei 2011 | By: Hasan

4.Manusia dan Cinta Kasih


Manusia dan Cinta Kasih

A. Pengertian Cinta Kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadaminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sangat kasih aau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belah kasihan. Maka cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Dalam kitab Suci Alqur'an, ditemui fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan : tiggi, menengah, dan rendah. Tingkatan cinta tersebut berdasarka firma Allah dalam surat At-Taubah ayat 24 yang artinya :

Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, hara kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khatirkan kerugiannya,dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-nya dan berjihad sijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada oran-orang fasik.

Hikmah dari inta itu sangat besar. Diantaranya :

  1. Cinta itu merupakan ujian yang berat dan pait dalam hidup manusia, karena setiap cinta mengalami rintangan.
  2. Fenomena cinta yang telah melekat dalam jiwa manusia merupakan pendorong yang paling besar dalam melestarikan lingkungan.
  3. Fenomena cinta merupakan faktor utama dalam kelanjutan hidup manusia.
  4. Fenomena cita, jika dierhatikan merupakan pengikat yang paling kuat dalam hubungan antar sesama umat manusia.

B. Cinta Menurut Ajaran Agama

Berbagai bentuk cinta bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur'an.

Cinta diri

Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap diri sendiri ialah kecintannya yang sangat terhadap harta, yang dapat direalisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya sedala sarana untuk mencapai keenangan dan kemewahan hiup. (QS, al-Adiyat, 100:8).

Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidakla terlalu berlebihan dan melewati batas. Sepatutna cinta pada diri sediri diimbangi cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebaikan pada mereka.

Cinta kepada sesama manusia

Al-Qur'an menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri.

Cinta seksual

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-isri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepada-Nya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sedungguhnya pada ang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)

yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan dengan cara yang sah, yaitu dengan pernikahan.

Cinta kebapakan

Cinta kebapakan dalam Al-Qur'an diisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanglnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tnggelam ditelan ombak :

“Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata :”Ya Tuhanku, Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janhi Enkau itu adalah benar. Dan engkau adalah hakim yang seadil-adilya (QS, Hud, 11:45)

Biasanya cnta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikannya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.

Cinta kepada Allah

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah maha pengampun agi maha penyayang” (QS, Ali Imran, 3:31)

Cina yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendrong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.

Cinta kepada rasul

Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai rasulullah yang telah menangung derita dakwah Islam.

  1. Kasih Sayang

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indoneia karangan W.J.S Poerwadaminta adalah perasaan sayang, peraaan cinta atau perasaan suka pada seseorang.

Kasih sayang, dasa komunikasi keluara. Komunikasi antara anak dan orang tua pada prinsipna anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya.

Asrus Sani dalam sajaknya “surat dari Ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta kasih sayan seoran ibu kepada anaknya.

  1. Kemesraan

Yose Ortage y Gasset dalam novelnya “on Love” mengatakan “dikedalaman sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya”.

E. Pemujaan

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuannya yang diwujukan dalam bentuk komunikasi ritual.

Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancuur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perinahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan unuk mengilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya.

Dalam surat Al-Mumin ayat 98 dinyatakan, “Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku.

Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hiup manusia, karena tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.

F. Belas Kasihan

Kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan ang diderita orang lain.

G. Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih erotis, apabila ia benar-benar cinta kassh, mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorang sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwa yang sedalam-dalamnya. Pertama-tanpa cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalarnan intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja.

3.Konsep Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan


A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal daii bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi Bering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indoensia kita mengenal jenis pmsa lama dan prosa barn.
A. Prosa lama meliputi
1. dongeng-dongeng
2. hikayat
3. sejarah
4. epos
5. cerita pelipur lara
B. prosa bane meliputi
1. cerita pendek
2. roman/novel
3. biografi
4. kisah
5. otobiografi


C. NILAI-NILAI DALAM PROM FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan peikataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.
2. Prosa fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infdrmasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan mass lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalamanpengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisi menggunakan :
1. Figura bahasa (figurative language).
2. Kata – kata bermakna ganda.
3. Kata – kata yang berisi suasana tertentu.
4. Kata – kata konotatif.
5. Pengulangan.

2.Manusia Dan Kebudayaan


A. Manusia
Di alam dunia ini, manusia memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Salah satunya dalam ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi) dan manusia merupakan makhluk sosial yang tak dapat berdiri sendiri (sosiologi), dan sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan dijadikan acuan untuk menjelaskan tetang unsur-unsur yang membangun manusia, yakni :
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad : Badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan
difoto, dan menempati ruang dan waktu
b. Hayat : Mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Ruh : Bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual
dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat
konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafs : Kesadaran tentang diri sendiri
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :
a. Id, merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan tidak nampak. Id merupakan energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran.
b. Ego, merupakan bagian kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id. Ego diatur oleh prinsip realitas. Ego sadar akan tuntutan lingkungan lua, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yan dapat diterima.
c. Superego, merupakan struktur kepribadian akhir. Superego merupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri.

B. Hakekat Manusia

a. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan juwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat dalam tubuh, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mengalami kehancuran. Jiwa adalah roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapay dalam jiwa manusia. Daya rasa dalam diri manusia, ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Peranan Inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra, tingkatnya rendah dan terdapat pada manusia atau binatang. Perasaan rohani adalah perasaam luhur yang hanya terdapat pada manusia, misalnya :
a. Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
b. Perasaan estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
c. Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
d. Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain.
e. Perasaan sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok bermasyarakat.
f. Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama.

c. Manusia biokultural, yaitu makhluk hayati dan budayawi
Sebagai makhluk hayati, manusia dapat depelajati dari segi-segi anatomi, fisiologi, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dan sebagainya. Sebagai makhluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk yang terikat dengan lingkungannya, memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.

C. Kepribadian Bangsa Timur
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturunan Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisnya berjudul Psychological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Anthropologist, jilid 73 tahun 1971, halaman 23-24.
Sampai sekarang, ilmu psikologi di negara Barat itu terutama mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori mengenai aneka warna isi jiwa, serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisis dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu itu.
Hsu mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar. Kedua lingkaran itu berada di daeran pedalaman dari alam jiwa individu.
Nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan. Lingkaran ini di dalam alam jiwa manusia mengandung pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang dapat dinyatakan secara terbuka oleh si individu kepada sesamanya.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib, mengandung konsepsi tentang orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang oleh si individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila ia sedang terkena tekanan batin.
Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna, tidak lagi ditandai oleh sikap sayang dan mesra, melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang, atau benda-benda itu bagi dirinya.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran dan sikap dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda-benda, alat-alat, pengetahuan dan adat yang ada dalam kebudayaan dan masyarakat sendiri, tetapi yang jarang sekali mempunyai arti dan pengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Nomor 0 disebut lingkaran dunia luar, terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan yang hampir sama dengan pikiran yang terletak dalam lingkungan nomor 1, hanya bedanya terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan-anggapan tentang orang dan hal yang terletak diluar masyarakat dan negara Indonesia, dan ditanggapi oleh individu bersangkutan dengan sikap masa bodoh.

D. Pengertian Kebudayaan
Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.”
Seorang antropolog yaitu E.B. Tylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
.
Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan; Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menysun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nlai-nilai.
E. Unsur-unsur Kebudayaan
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur besar maupun unsur kecil yang merupakan satu kesatuan.
C.Kluckhohn dalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem Religi (Sistem Kepercayaan)
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian

F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia :
Sifatnya abstak dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2. Kompleks aktivitas :
Bersifat kongkrit, yang terdiri dari aktivitas manusia yang saling berinteraksi.
3. Wujud sebagai benda :
Kebudayaan dalam bentuk fisik yang kongkrit juga bisa disebut kebudayaan fisik, mulai dari benda yang diam sampai pada benda yang bergerak.

G. Orientasi Nilai Budaya
Secara universal, ada lima masalah pokok yang menyangkut kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup manusia (MH)
2. Hakekat karya manusia (MK)
3. Hakekat waktu manusia (WM)
4. Hakekatt alam manusia (MA)
5. Hakekat hubungan manusia (MN)

H. Perubahaan kebudayaan
Tak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerak disebabkan oleh beberapa hal :
1. Sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2. Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

1.Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar

Pendahuluan

Mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar) adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan dan berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidup sehari-hari. Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita. Tidak dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia spesial yang tidak berpandangan luas.
Disini diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan.
Dengan mendapatkan mata kuliah Ilmu Budaya Dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. Jadi secara singkat, dapat dikatakan bahwa setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan minat, kesadaran, kerelaan, dan keberanian moral.


Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari Mata Kuliah Dasar Umum

Secara khusus mata kuliah ini bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berjiwa pancasila, takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berwawasan luas.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang memberi pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities.” Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dikatakan bahwa the humannities berkaitan dengan nilai manusia sebagai homo humanus atau menuasia berbudaya. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwailmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( Natural Science ) : astronomi, fisika, kimia, bioloi, kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu sisoal ( Social Science ) : ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, dsb.
3. Pengetahuan budaya ( The Humanities ) : Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan – kenyataan yang bersifat manusiawi.



Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budaya dasar sebagai salah satu usaha pengembangan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut diri sendiri.
Ada 4 hal untuk menjangkau tujuan Ilmu budaya dasar:

 Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
 Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusianaan dan budaya.
 Mengusahakan agar mahasiswa tidak jatuh ke dalam sifat sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang tepat.
 Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ada 2 pokok masalah yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, yakni :
1. Berbagai aspek kehidupan seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya.
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.

Menilik kedua masalah poko yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar diatas, nampak jelas bahwa manusia menempati posisi sentral salam pengkajian. Manusia tidak sebagai subjek tetapi sebagai objek pengkajian.
Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah:
 Manusia dan cinta kasih
 Manusia dan keindahan
 Manusia dan penderitaan
 Manusia dan keadilan
 Manusia dan pandangan hidup
 Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
 Manusia dan kegelisahan
 Manusia dan harapan

Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.
Senin, 03 Januari 2011 | By: Hasan

Keterkaitan PSSI dengan kekalahan Timnas dan pengaruhnya ke supporter


Pada saat final AFF CUP 2010 yang kemarin, Indonesia gagal menjadi juaranya walaupun sebelumnya Indonesia menang berturut-turut..!!! Tidak tanggung-tanggung yaitu dengan menang telak atas malaysia 5 - 1, berlanjut dengan mengalahkan laos 6 - 0 setelah itu menekuk lutut juara bertahan thailand dengan 2 - 1 dan terakhir mengalahkan philipina dengan agregat 2 - 0 sebelum menuju final..!! Setelah membuat kemenangan berturut - turut barulah mulai ada keterkaitan politik dengan PSSI..!!! dengan mengajak ke rumah aburizal bakrie, berlanjut dengan makan bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan lainnya, menurut saya kegiatan tersebut tidak selayaknya dilakukan, karena bisa memecahkan konstentrasi pemain, apalagi dengan mengajak kesana - kesini, membuat waktu istirahat para pemain Timnas berkurang...!!! Kalau Piala sudah di tangan sih sah - sah saja, tapi kan kenyataannya belum..!!! dan puncaknya pada saat laga final melawan malaysia di bukit jalil..!!! Terlihat para pemain cenderung menurun, seperti kehabisan tenaga, ditambah tekanan mental yang sudah di gantungkan harapan semua orang untuk Timnas..!!! dan yang terakhir adanya tragedi Laser yang membuat para pemain Timnas semakin tidak karuan (konsentrasi Buyar).
Menurut saya semua itu mengakibatkan Timnas Kalah telak 0 - 3 atas malaysia di bukit jahil..!!! Kalau saya boleh berpendapat kalau ada event - event seperti ini lagi, lebih baik PSSI tidak dicampurkan dengan Politik..!! dah lebih baik lagi kalau Ketua PSSI diganti, karena sudah beberapa tahun ini tidak menghasilkan perubahan yang berarti..!!